20 November 2008

Aku Mencintaimu


"Aku sayang kamu."

"Iya, aku tahu, aku mencintaimu."

Genggaman tangannya yang hangat, mengaliri seluruh pembuluh darahku. Jemarinya membelai jemariku. Aku merasakan seolah cinta itu merasuk ke jiwa dan sukma, menembus sumsum dan membelah jantung. Degupan jantungku semakin keras, tetapi rasa ini sungguh indah. Nyaman dan damai, tenang dan tentram.

Kami berdua diam menikmati waktu dan rasa. Dalam keheningan terkuak kebesaran cinta kasih.

Dia kemudian memelukku dan aku tersenyum dalam kelegaan dan kenyamanan ini. Di dadanya kepalaku bersandar, merebahkan semua beban di hati. Ingin rasanya aku menghentikan waktu, dan berteriak kepada seluruh alam semesta bahwa aku mencintai pria ini.

Dia, mencium ubun-ubunku, dan aku semakin terbuai dan terlelap dalam gelombang asmara. Sungguhkah nyata dunia ini?

Aku ingin menikmati waktu seperti ini selamanya..... aku ingin menghabiskan sisa waktu hidupku bersamanya....

Dan, sayup di kejauhan, aku mendegar sebuah lagu ;


A.......ku ingin mencintaimu, dengan sederhana

dengan kata yang tak pernah diucapkan kayu kepada api

yang menjadikannya abu......


A......ku ingin mencintaimu, dengan sederhana

dengan kata yang tak pernah diungkapkan awan kepada hujan

yang menjadikannya tiada.......

On Children

This is the poetry from the poet that I love the most :

On CHILDREN

And a woman who held a babe against her bosom said, “Speak to us of Children.”
And he said:
Your children are not your children.
They are the sons and daughters of Life’s longing for itself.
They come through you but not from you,
And though they are with you, yet they belong not to you.
You may give them your love but not your thoughts.

For they have their own thoughts.
You may house their bodies but not their souls,
For their souls dwell in the house of tomorrow, which you cannot visit, not even in your dreams.
You may strive to be like them, but seek not to make them like you.
For life goes not backward nor tarries with yesterday.
You are the bows from which your children as living arrows are sent forth.
The archer sees the mark upon the path of the infinite, and He bends you with His might that His arrows may go swift and far.
Let your bending in the archer’s hand be for gladness;
For even as He loves the arrow that flies, so He loves also the bow that is stable.

Kahlil Gibran :+: 1833-1931

04 November 2008

Aku Berhenti Mencari


Aku berhenti mencari
Karena aku sudah menemukan
Aku berhenti mengingat masa lalu
karena aku hidup sekarang

Aku menemukannya
Aku mengenalnya
Aku mencintainya
Aku ingin membagi hati dan hidupku dengannya


Ketika dunia masih berputar

matahari masih terbit

jantungku masih berdetak

aku tidak akan berhenti berharap


Dum spiro, spero (selama aku masih bernafas, aku akan selalu berharap)

About Me

My photo
I'm happy, with new life, new city, new hope....