
"Aku sayang kamu."
"Iya, aku tahu, aku mencintaimu."
Genggaman tangannya yang hangat, mengaliri seluruh pembuluh darahku. Jemarinya membelai jemariku. Aku merasakan seolah cinta itu merasuk ke jiwa dan sukma, menembus sumsum dan membelah jantung. Degupan jantungku semakin keras, tetapi rasa ini sungguh indah. Nyaman dan damai, tenang dan tentram.
Kami berdua diam menikmati waktu dan rasa. Dalam keheningan terkuak kebesaran cinta kasih.
Dia kemudian memelukku dan aku tersenyum dalam kelegaan dan kenyamanan ini. Di dadanya kepalaku bersandar, merebahkan semua beban di hati. Ingin rasanya aku menghentikan waktu, dan berteriak kepada seluruh alam semesta bahwa aku mencintai pria ini.
Dia, mencium ubun-ubunku, dan aku semakin terbuai dan terlelap dalam gelombang asmara. Sungguhkah nyata dunia ini?
Aku ingin menikmati waktu seperti ini selamanya..... aku ingin menghabiskan sisa waktu hidupku bersamanya....
Dan, sayup di kejauhan, aku mendegar sebuah lagu ;
A.......ku ingin mencintaimu, dengan sederhana
dengan kata yang tak pernah diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu......
A......ku ingin mencintaimu, dengan sederhana
dengan kata yang tak pernah diungkapkan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada.......
No comments:
Post a Comment